Penampilan dan Kepribadian Saat Mengikuti Wawancara Kerja

Mylokerindo.com | Penampilan dan Kepribadian Saat Mengikuti Wawancara Kerja, Ada jadwal wawancara kerja dalam minggu ini? Anda harus membuat persiapan yang matang untuk menghadapinya. Pasalnya momen ini bisa menjadi penentu keberhasilan Anda diterima sebagai karyawan atau tidak.

Penampilan dan Kepribadian Saat Mengikuti Wawancara Kerja

Siapkan mental dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan HRD kepada Anda nanti. Anda bisa berlatih dengan pewawancara imajiner di hadapan cermin. Tuliskan kemungkinan-kemungkinan pertanyaan yang terpikir oleh Anda dan hafalkan.

Selain itu, Anda juga harus tampil pantas saat berhadapan dengan pewawancara nanti. Kesan pertama sangat berpengaruh terhadap kemungkinan Anda diterima oleh perusahaan.

Menurut hasil observasi Resume-Library dan A.Sterview TopInterview, latar belakang pendidikan hanya mempengaruhi penilaian HRD sebanyak 18 persen. Porsi terbesar ditentukan oleh kepribadian dan kesan yang terbentuk dari penampilan pelamar. Bahkan seandainya Anda diminta untuk wawancara online pun, penampilan harus tetap prima.

Jangan sampai terlihat tidak profesional dan kompeten meskipun Anda tidak bertatap muka secara langsung dengan pewawancara.

1. Pakai Baju Putih, Hitam, atau Biru
Survei yang dilakukan oleh CareerBuilder terhadap para manajer personalia dan tenaga sumber daya manusia menemukan bukti bahwa warna pakaian bisa memberikan kesan tertentu di mata pewawancara. Dua puluh tiga persen pewawancara merekomendasikan warna biru yang menunjukkan bahwa kandidat tersebut bisa bekerja dengan tim.

Sementara 15 persen merekomendasikan hitam karena warna tersebut mengesankan potensi kepemimpinan. Putih merupakan cerminan dari pribadi yang terorganisir.Jangan lupa menyetrika atasan dan bawahan yang Anda kenakan. Pakaian yang kusut jelas tidak akan menyumbang nilai lebih untuk penampilan Anda.

2. Hindari Baju Warna Oranye dan Merah
Warna oranye dikatakan sebagai yang paling tidak direkomendasikan karena memberikan kesan bahwa kandidat tersebut tidak profesional.
Sementara warna merah akan memberikan kesan provokatif, meskipun si pemakai jadi terlihat lebih menonjol.
Jadi sebisa mungkin hindari kedua warna itu di saat Anda menghadapi wawancara kerja.

3. Hindari Denim dan Pakaian Kasual Lainnya
Meskipun perusahaan tempat Anda melamar pekerjaan memiliki citra santai, jangan sampai Anda menghadiri wawancara dengan pakaian kasual.

Hindari pakaian yang memberikan kesan terlalu santai seperti denim.
Memakai kaus oblong dan blus berpotongan asimetris saat wawancara kerja juga bukan ide bagus.

4. Hindari Pakaian yang Terlalu Ketat
Sebaiknya Anda juga menghindari pakaian yang terlalu ketat.
Atasan dan bawahan kedodoran memang bisa memberikan kesan tidak rapi. Namun rok pensil atau kemeja yang terlalu ukuran juga bisa memberikan kesan provokatif.

5. Pakai Makeup Secukupnya
Jangan sampai mendatangi wawancara kerja dengan wajah polos tanpa makeup. Anda tidak perlu memakai rangkaian makeup lengkap mulai dari face primer sampai setting spray.

Setidaknya poles wajah dengan foundation (alas bedak), lipstik, dan pensil alis. Sedikit maskara, cheek stain, dan eyeliner tipis juga bisa membuat penampilan tampak lebih segar.

Hindari tampilan smokey eyes, contour tajam, dan warna eyeshadow yang mencolok untuk menghindari kesan berlebihan.

6. Pastikan Rambut Rapi
Bukan cuma wajah dan pakaian yang harus Anda perhatikan saat wawancara kerja. Rambut pun harus terlihat rapi.

Tak ada salahnya melakukan blow dry atau mencatok rambut agar terlihat lebih rapi, terutama jika Anda memiliki jenis rambut tebal dan tidak teratur.

Jika rambut Anda panjang, up-do dengan ekor kuda atau sanggul sederhana yang rapi juga bisa membuat Anda terlihat lebih kompeten.

7. Gunakan Alas Kaki Formal
Tips wawancara kerja yang selanjutnya adalah memilih alas kaki formal.

Platform shoes, oxfords, wedges, pump shoes, loafers, wingtips, dan kitten heels akan memberikan kesan rapi dan formal.

Flat shoes atau sepatu teplek dengan warna netral dan model sederhana juga masih aman digunakan.

Jika ingin mengenakan sepatu hak tinggi, sebaiknya hindari stiletto dan killer heels. Selain tak nyaman dikenakan, alas kaki seperti ini juga membuat penampilan Anda terlalu mencolok.

8. Pakai Softlens Sebagai Pengganti Kacamata
Jika Anda tidak ingin memberikan kesan seperti kutu buku tetapi tidak bisa melihat dengan jelas tanpa kacamata, pakai saja softlens.

Anda bisa memilih softlens bening atau hitam agar penampilan tetap terlihat netral.

9. Pakai Deodoran dan Parfum Secukupnya
Jangan sampai Anda menghadapi pewawancara dengan tubuh berbau keringat. Deodoran adalah produk yang wajib Anda pakai sesudah mandi.

Semprotkan juga parfum secukupnya saja di belakang telinga, leher, dan titik nadi.

Jangan menggunakan parfum terlalu banyak. Jika aroma harumnya menyengat, pewawancara juga bisa merasa tidak nyaman.

10. Bawa Perlengkapan Darurat
Siapkan perlengkapan darurat untuk berjaga-jaga jika terjadi ‘kecelakaan’ kecil sebelum wawancara dimulai.

Bisa saja makeup Anda luntur oleh keringat. Bukan tidak mungkin salah satu kancing kemeja Anda lepas. Atau mungkin baju Anda ternoda sebelum wawancara.

Bawalah tisu, tisu basah, lipstik, bedak, peniti, pembalut, dan ikat rambut ekstra di dalam tas atau beauty case.

Sekadar berjaga-jaga, tak ada salahnya juga membawa baju cadangan. Anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi di perjalanan.

Demikian tips-tips berpenampilan formal saat menghadapi wawancara kerja. Intinya pastikan Anda terlihat pantas, tetapi tidak sampai berlebihan. Semoga berhasil dalam menghadapi wawancara kerja!

Yuk, Cari dan dapatkan Lowongan Pekerjaan Terbaru,Terupdate dan Terpercaya di Situs Mylokerindo.com Agar Kalian bisa meraih masa depan yang Cemerlang

Apabila Informasi Seputar Tips untuk melamar kerja dengan efektit ini berguna buat kalian silahkan berbagi kepada teman-teman pencari kerja lain nya agar ada nilai pahala yang kalian dan Admin dapatkan, Yuk Berbagi Informasi Sangat Berguna dan Sangat di Butuhkan.

Salam Admin,

Mylokerindo